Episode Terakhir Taxi Driver 3 Tuai Sorotan, Parodikan “Rapat Hamburger” hingga Skenario Darurat Militer
Episode terakhir drama Taxi Driver 3 sukses mencuri perhatian publik dengan menampilkan parodi berskala besar yang dinilai menyinggung isu sensitif seputar darurat militer 3 Desember 2024. Adegan-adegan tersebut memicu perbincangan luas di kalangan penonton karena kemiripannya dengan peristiwa politik nyata di Korea Selatan.
Dalam episode tersebut, diceritakan adanya sebuah kelompok yang merencanakan deklarasi darurat militer dengan skema ekstrem. Mereka berencana mengirim prajurit Korea Selatan ke titik paling utara Garis Demarkasi Militer, kemudian membunuh mereka menggunakan bom dan mengalihkan kesalahan kepada Korea Utara. Insiden itu akan dijadikan dalih untuk memberlakukan darurat militer nasional.
Tokoh utama di balik rencana tersebut adalah Oh Won Sang (Kim Jong Soo). Ia digambarkan sebagai dalang yang berambisi menggunakan kekacauan buatan untuk mengambil alih kendali negara.
Di tengah situasi genting tersebut, tim Rainbow Taxi yang dipimpin Kim Do Gi (Lee Je Hoon) berhasil mengungkap identitas asli Oh Won Sang. Fakta mengejutkan terungkap ketika Ahn Go Eun (Pyo Ye Jin) menjelaskan bahwa Oh Won Sang merupakan mantan perwira militer yang diberhentikan secara tidak hormat akibat kasus pelecehan seksual. Kini, ia hidup menyendiri di pedesaan dengan beternak ayam dan ular.
Mendengar latar belakang tersebut, Park Jin Eon (Bae Yoo Ram) bereaksi heran dengan celetukan satir, “Jadi militer dikendalikan oleh seorang warga sipil?”
Parodi “Rapat Hamburger” dan Deklarasi Darurat Militer
Dalam pengembangan cerita, Oh Won Sang digambarkan menerima “tanggal khusus” dari seorang dukun, lalu menulis sendiri naskah deklarasi darurat militer di rumahnya. Ia membuka pidatonya dengan kalimat formal, “Warga negara yang terhormat,” sebelum mengklaim bahwa “para prajurit Korea Selatan yang membanggakan telah gugur akibat serangan musuh.”
Ia kemudian menyatakan darurat militer nasional dengan mengutip Pasal 77 Konstitusi dan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Militer. Salah satu adegan paling mencolok memperlihatkan Oh Won Sang mengadakan pertemuan rahasia dengan para pendukung militernya di sebuah restoran burger—adegan yang langsung memicu asosiasi publik.
Seperti dikutip Kpop Chart dari Hani.co.kr, alur cerita ini dinilai sangat mirip dengan kasus nyata Noh Sang Won, mantan Kepala Badan Intelijen Militer Korea. Noh diberhentikan secara tidak hormat pada 2018 setelah divonis bersalah atas pelecehan seksual terhadap bawahannya.
Pada 1 Desember 2024, dua hari sebelum deklarasi darurat militer 3 Desember, Noh diduga mengumpulkan sejumlah perwira aktif Angkatan Darat di sebuah restoran burger dekat rumahnya untuk membahas rencana kudeta. Taxi Driver 3 secara terang-terangan memparodikan peristiwa ini, bahkan hingga detail visual.
Topi musim dingin dan jaket yang dikenakan karakter Oh Won Sang disebut mirip dengan pakaian Noh Sang Won saat muncul dalam penyelidikan khusus pada Agustus 2025. Tak hanya itu, kemiripan nama “Oh Won Sang” dengan “Noh Sang Won” juga dinilai sebagai sindiran yang disengaja.
Bukan Pertama Kalinya Taxi Driver 3 Sindir Isu Politik Nyata
Kontroversi ini bukan kali pertama Taxi Driver 3 menyinggung isu politik aktual. Pada episode 11 yang tayang 26 Desember 2025, drama ini juga menampilkan adegan yang dianggap menyindir mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol.
Dalam episode tersebut, Kim Do Gi menyusup ke sebuah kantor detektif swasta. Di belakang pemilik kantor, terlihat sebuah lukisan bertuliskan, “Kami bahkan bisa menangkap bayangan bulan yang mengambang di atas danau.” Kalimat ini dinilai menyindir pernyataan Yoon Suk Yeol dalam sidang pemakzulannya di Mahkamah Konstitusi pada Februari tahun lalu.
Saat itu, Yoon membantah tuduhan pemberontakan dengan menyebut kasus tersebut seperti “mengejar bayangan bulan di atas danau” dan menegaskan bahwa “sebenarnya tidak ada apa pun yang terjadi.”
Di luar konteks drama, sidang tuntutan terhadap Yoon Suk Yeol, mantan Menteri Pertahanan Kim Yong Hyun, serta mantan Kepala Intelijen Militer Noh Sang Won yang digelar pada 9 Januari harus ditunda. Pernyataan akhir dan tuntutan jaksa dijadwalkan ulang pada 13 Januari akibat strategi penundaan dari tim kuasa hukum para terdakwa.
Meski menuai kontroversi, Taxi Driver 3 menutup penayangannya dengan capaian rating tinggi. Menurut Nielsen Korea, episode terakhir mencatat rating nasional 13,3%, wilayah metropolitan 13,7%, serta puncak tertinggi 16,6%, menegaskan kuatnya minat publik terhadap drama penuh sindiran sosial tersebut.









