Pengakuan Jujur Wendy Red Velvet Soal Diet dan Dampaknya pada Suara

· 4 min read
dynasty4dtoto-gifkaisar4dtoto-gif
Pengakuan Jujur Wendy Red Velvet Soal Diet dan Dampaknya pada Suara

Pengakuan Wendy Red Velvet Soal Penurunan Berat Badan Picu Kekhawatiran Fans

Sorotan terhadap kondisi fisik idol K-Pop kembali mencuat. Kali ini, perhatian publik tertuju pada Wendy Red Velvet yang secara jujur mengungkap dampak penurunan berat badan terhadap kualitas vokalnya. Pengakuan tersebut sontak membuat penggemar khawatir sekaligus membuka diskusi luas mengenai kesehatan dan tekanan standar tubuh di industri hiburan Korea.

Pada 7 Januari lalu, video di balik layar proses rekaman mini album ketiga Wendy bertajuk Cerulean Verge resmi dirilis. Video tersebut tak hanya menampilkan proses kreatif di studio, tetapi juga memperlihatkan curahan hati Wendy mengenai kondisi fisik dan suara yang sedang ia alami.

Dalam rekaman itu, Wendy mengakui bahwa penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba memengaruhi performa vokalnya. Ia merasa kualitas suaranya terdengar berbeda dari biasanya—lebih tipis dan kehilangan kekuatan yang selama ini menjadi ciri khasnya sebagai main vocalist Red Velvet.

Wendy menyebut perubahan tersebut terjadi tanpa perencanaan. Kondisi itu membuatnya merasa kehilangan keseimbangan saat menyanyikan lagu-lagu barunya, bahkan menimbulkan rasa tidak puas terhadap hasil rekaman.

Pengakuan ini cukup mengejutkan banyak penggemar, mengingat Wendy dikenal sebagai salah satu vokalis paling stabil di generasi K-Pop-nya. Fakta bahwa perubahan fisik dapat berdampak signifikan pada performa vokal membuat banyak fans semakin menyadari betapa rentannya tubuh seorang idol.

Kekhawatiran penggemar semakin bertambah ketika Wendy mengungkap bahwa ia sempat memaksakan diri untuk makan meski tidak memiliki nafsu makan. Ia bahkan menyebut gimbap sebagai makanan yang “dipaksa masuk” demi menjaga energi tubuhnya.

Namun, usaha tersebut tak serta-merta memperbaiki kondisinya. Penyanyi kelahiran 1994 itu mengaku suaranya tetap terasa tidak stabil dan cepat terkuras selama proses rekaman. Secara emosional, pengalaman tersebut terasa menyakitkan karena ia khawatir justru merusak suaranya sendiri.

Tak lama setelah video dirilis, media sosial langsung dibanjiri reaksi penggemar. Banyak yang menyuarakan kekhawatiran terhadap kesehatan fisik dan mental Wendy, serta menilai dirinya terlalu keras pada diri sendiri di tengah jadwal comeback yang padat.

Diskusi ini kembali mengangkat isu lama tentang standar tubuh di industri K-Pop. Tekanan untuk tampil kurus dinilai kerap membuat idol mengorbankan kesehatan demi visual. Sejumlah netizen menegaskan bahwa vokal adalah aset utama seorang penyanyi, terutama bagi Wendy, sehingga kehilangan kekuatan suara demi penurunan berat badan dianggap sebagai harga yang terlalu mahal.

Di sisi lain, banyak pula yang mengapresiasi kejujuran Wendy. Bagi penggemar, keterbukaannya menunjukkan sisi manusiawi seorang idol yang selama ini tampak sempurna di atas panggung.

Mini album Cerulean Verge sendiri sebenarnya mendapat sambutan hangat sejak diumumkan. Namun, kisah di balik proses rekamannya justru menjadi sorotan utama dan memicu refleksi lebih dalam tentang kesejahteraan artis.

Penggemar pun berharap agensi dapat memberikan dukungan yang lebih nyata, mulai dari jadwal kerja yang lebih manusiawi hingga pengawasan kesehatan selama masa promosi.

Kisah Wendy kembali mengingatkan publik bahwa idol K-Pop bukanlah mesin yang bisa terus dipaksa bekerja tanpa batas. Di balik panggung megah dan suara indah, ada tubuh dan mental yang juga membutuhkan perhatian dan istirahat.

Di tengah euforia comeback, cerita ini menjadi pengingat pahit-manis tentang harga yang harus dibayar demi kesempurnaan—serta harapan agar kesehatan para idol selalu menjadi prioritas utama.

Logo
Copyright © 2026 HanGukBoo. All rights reserved.