Pemerintah Korea Selatan Larang Aplikasi AI China "DeepSeek"

· 6 min read
dynasty4dtoto-gifkaisar4dtoto-gif
Korean government agencies ban Chinese AI app 'DeepSeek'

Pemerintah Korea Selatan telah mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan DeepSeek, sebuah aplikasi kecerdasan buatan (AI) generatif asal China. Larangan ini dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, yang mengkhawatirkan potensi risiko kebocoran data dan kerentanannya terhadap ancaman keamanan. Larangan ini adalah yang pertama kali dikeluarkan pemerintah Korea Selatan terhadap DeepSeek. Selanjutnya, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Nasional juga turut menerapkan langkah serupa.

Menurut laporan yang diperoleh pada 5 Februari, Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi telah melarang penggunaan DeepSeek di jaringan internalnya. Bahkan perusahaan-perusahaan milik negara seperti Korea Hydro & Nuclear Power (KHNP) dan Korea Plant Service & Engineering (KEPCO KPS), yang menangani operasi pembangkit listrik tenaga nuklir dan pemeliharaan fasilitas transmisi listrik, juga telah mengeluarkan larangan yang sama. Langkah ini diambil karena kekhawatiran terkait potensi kebocoran data yang dikumpulkan oleh DeepSeek dan lemahnya perlindungan informasi pribadi.

Ha Jung Woo, kepala Naver Future AI Center, menyatakan, "Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa risiko kebocoran data pribadi sangat tinggi," dan menambahkan, "Semua data pengguna dari chatbot dan aplikasi yang dijalankan oleh DeepSeek disimpan di database China." Seorang pejabat kementerian juga menjelaskan bahwa Komisi Perlindungan Informasi Pribadi telah mengangkat masalah pengumpulan dan pemrosesan data oleh DeepSeek di tingkat pemerintahan, yang belum juga terselesaikan. Sebagai langkah pencegahan, DeepSeek akhirnya diblokir di jaringan internal mereka.

Perwakilan dari KEPCO KPS menambahkan, "Pembangkit listrik tenaga nuklir termasuk dalam fasilitas keamanan nasional tingkat tinggi, jadi kami perlu sangat berhati-hati terhadap kemungkinan informasi penting yang dapat dikumpulkan oleh sistem AI yang dihosting di server China." Juru bicara Kementerian Luar Negeri juga mengonfirmasi bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk memblokir akses ke DeepSeek.

Selain di Korea Selatan, beberapa negara lain juga mulai melarang penggunaan DeepSeek. Pemerintah Australia pada 4 Februari mengumumkan larangan penggunaan DeepSeek di sistem dan perangkat pemerintah. Menteri Urusan Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menyatakan, "DeepSeek menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima, dan larangan ini diterapkan untuk melindungi keamanan nasional dan kepentingan negara." Otoritas perlindungan data Italia, Garante, juga melarang penggunaan DeepSeek pada 29 Januari karena kurangnya transparansi dalam pengelolaan data pribadi. Taiwan juga telah melarang penggunaan DeepSeek di instansi pemerintah, sementara Jepang, Inggris, dan Belanda sedang mempertimbangkan berbagai regulasi terkait penggunaannya.

Dengan adanya larangan dari pemerintah, perusahaan swasta pun turut mengambil langkah antisipatif untuk memperkuat keamanan data mereka. Di Korea Selatan, perusahaan-perusahaan besar seperti Kakao, LG Uplus, dan Line Yahoo (joint venture antara Naver dan SoftBank Group) telah menginstruksikan afiliasinya untuk melarang penggunaan DeepSeek dalam keperluan bisnis. Kakao, yang baru-baru ini menjalin kemitraan dengan OpenAI (perusahaan di balik ChatGPT), memutuskan untuk melarang penggunaan DeepSeek di kalangan karyawan mereka. Keputusan ini tampaknya merupakan respons terhadap kekhawatiran akan potensi kebocoran data dan upaya Kakao untuk memperkuat kemitraannya dengan OpenAI, yang kini menjadi pesaing DeepSeek yang semakin kuat.

Menurut seorang analis industri, langkah ini juga dapat dilihat sebagai upaya Kakao untuk mengonsolidasikan posisinya dengan OpenAI, mengingat perusahaan ini sedang merencanakan integrasi teknologi OpenAI ke dalam layanan AI terbarunya, "Kanana." Kakao, yang menjadi perusahaan pertama di Korea Selatan yang membentuk kemitraan dengan OpenAI, nampaknya semakin sadar akan pentingnya perlindungan data di tengah berkembangnya persaingan ketat di pasar AI.

Pada hari yang sama, LG Uplus juga mengeluarkan pemberitahuan keamanan internal yang melarang penggunaan DeepSeek. Perusahaan ini melarang karyawan untuk mengakses DeepSeek melalui jaringan internal untuk keperluan bisnis dan menyarankan agar mereka tidak menggunakannya di komputer pribadi sampai stabilitas keamanannya dapat diverifikasi.

Sementara itu, China terlihat bergerak dengan kebijakan agresif untuk melawan tren ini, dengan mendukung inisiatif perusahaan-perusahaan domestik seperti Alibaba, Tencent, dan DeepSeek dalam memanfaatkan data pribadi dari 1,4 miliar warganya untuk pelatihan AI. Pemerintah China juga memberikan insentif fiskal dan dukungan R&D, untuk memperkuat kemampuan teknologi mereka dan bersaing dengan Amerika Serikat di sektor AI.

Dengan munculnya kekhawatiran mengenai perlindungan data pribadi dan ancaman terhadap keamanan nasional, langkah-langkah yang diambil oleh Korea Selatan dan negara-negara lainnya menunjukkan bahwa AI generatif seperti DeepSeek kini berada di tengah-tengah perhatian global yang semakin besar, baik dari sisi teknologi maupun kebijakan keamanan.

Logo
Copyright © 2025 HanGukBoo. All rights reserved.