Aktris Kim Hye Yoon kembali menyapa penggemar melalui proyek drama terbarunya berjudul No Tail to Tell, yang mulai tayang beberapa waktu lalu. Drama ini menandai comeback Kim Hye Yoon dengan peran fantasi yang cukup berbeda dari karakter-karakter yang sebelumnya ia mainkan.
Dalam No Tail to Tell, Kim Hye Yoon berperan sebagai Eun Ho, seekor gumiho atau rubah berekor sembilan yang telah hidup selama berabad-abad. Eun Ho dikenal sebagai sosok yang bangga akan eksistensinya dan memiliki kekuatan untuk mengabulkan keinginan manusia.
Berbeda dari kisah gumiho pada umumnya yang mendambakan kehidupan sebagai manusia seutuhnya, Eun Ho justru bertekad mempertahankan kebebasan abadinya. Ia berusaha menghindari takdir menjadi manusia dengan berbagai cara, termasuk memegang satu aturan mutlak: tidak boleh jatuh cinta dan tidak boleh berbaur dengan dunia manusia.
Namun, prinsip tersebut mulai goyah ketika Eun Ho bertemu dengan Kang Si Yeol (diperankan oleh Lomon), seorang bintang sepak bola dunia yang dikenal disiplin, perfeksionis, dan memiliki citra publik nyaris tanpa cela. Pertemuan keduanya menjadi titik awal konflik emosional yang membentuk jalan cerita drama ini.
Usai menayangkan dua episode perdana pada 16 dan 17 Januari, No Tail to Tell langsung memicu perdebatan di berbagai forum online dan media sosial. Sejumlah KNetz melontarkan kritik tajam, terutama terhadap penampilan Kim Hye Yoon sebagai Eun Ho.
Banyak penonton mengeluhkan gaya penyampaian vokal Kim Hye Yoon yang dianggap terlalu tinggi, tajam, dan monoton, sehingga membuat sebagian penonton merasa lelah, khususnya dalam dialog-dialog cepat. Selain itu, beberapa KNetz menilai karakter Eun Ho kurang merepresentasikan citra gumiho yang identik dengan aura mistis, pesona menggoda, serta keanggunan yang berbahaya.
Tak sedikit pula yang mengkritik ekspresi wajah dan gaya akting sang aktris yang dinilai berlebihan dan terkesan dipaksakan. Bahkan, ada pendapat yang menyebut bahwa peran Eun Ho terasa seperti pengulangan karakter Kim Hye Yoon di proyek-proyek sebelumnya, terutama Yeseo dalam Sky Castle, alih-alih menghadirkan transformasi akting yang segar.
Kritik tidak hanya tertuju pada akting para pemain, tetapi juga pada kualitas naskah dan produksi drama. No Tail to Tell disebut memiliki cerita yang dangkal dan gagal membangun daya tarik emosional yang kuat sebagai drama komedi romantis fantasi. Kualitas produksi drama SBS ini pun turut disorot, mulai dari CGI yang kurang memuaskan, visual yang terlihat hemat biaya, musik latar yang mudah dilupakan, hingga penyutradaraan yang dianggap kurang inspiratif.
Dari sisi rating, menurut Nielsen Korea, episode pertama No Tail to Tell mencatat angka 3,7 persen secara nasional, namun turun menjadi 2,7 persen pada episode kedua. Beberapa KNetz menduga slot tayang Jumat–Sabtu kurang cocok untuk drama bergenre komedi romantis fantasi, sehingga membuat penonton cepat kehilangan minat.
Meski menuai kritik di awal penayangan, drama yang dibintangi Lomon dan Kim Hye Yoon ini masih berada pada tahap awal cerita. Sejumlah penonton berpendapat bahwa No Tail to Tell masih memerlukan waktu untuk mengembangkan karakter dan alur cerita agar dapat dinilai secara lebih menyeluruh.









