Munculnya calo tiket konser K-Pop cukup meresahkan penggemar, baik itu online ataupun langsung karena harganya lebih tinggi dari harga aslinya.
Pemerintah Korea Selatan akhirnya turun tangan dan menyelidiki hal tersebut sampai akhirnya menangkap beberapa pelaku calo yang bertindak secara online.
Sekelompok pelaku tertuduh menggunakan program otomatis untuk membeli tiket konser K-Pop secara massal lalu menjualnya kembali hingga 25 kali lipat dari harga aslinya
Semakin resahkan para penggemar K-Pop, Unit Investigasi Siber Badan Kepolisian Provinsi Gyeonggi Utara akhirnya menggelar konferensi pers pada 11 Maret 2026
Terungkap bahwa tiga dari 16 tersangka telah diamankan atas tuduhan menghalangi kegiatan usaha dan pelanggaran Undang-Undang Pertunjukan.
Sejak bulan Oktober 2022 hingga Januari 2025, para tersangka mengoperasikan group media sosial dengan seribu anggota untuk mengkoordinasikan penjualan tiket ilegal dengan skala besar.
Mereka berbagi program makro, tren harga tiket, strategi pembelian, serta informasi pemantauan polisi, yang akhirnya menghasilkan keuntungan ilegal sekitar 7,1 miliar Won
Pemimpin utama berusia 28 tahun (A) dan dua rekannya (B dan C) bertugas di bagian program makro dan mengelola penjualan tiket yang sudah berpengalaman di bidang IT.
Para tersangka menargetkan lebih dari 190 konser dan menjual lebih dari 30.300 tiket, salah satunya konser G-Dragon, BLACKPINK, hingga SEVENTEEN.Kepolisian Korea Selatan akan terus memantau kegiatan para calo tiket konser K-Pop ini agar keresahan warga dan para penggemar musik K-Pop tak muncul lagi.***









