Menjadi penggemar K-Pop di era modern tidak lagi sebatas membeli album, melakukan streaming, atau memenangkan voting di acara musik.
Dinamika antara penggemar dan agensi kini telah bergeser menjadi hubungan dua arah yang saling mengawasi.
Dalam pergeseran budaya yang masif ini, BLINK (penggemar BLACKPINK) berdiri sebagai salah satu pionir yang paling berpengaruh.
Sebagai pemenang Fandom of the Week minggu ini, kita akan menengok kembali sebuah momen krusial yang tidak hanya mengubah arah karier BLACKPINK, tetapi juga merombak total "SOP" (Standar Operasional Prosedur) fandom K-Pop global dalam menuntut keadilan bagi idola mereka: Fenomena Truk Protes LED.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, sejarah harus diluruskan.
Mengirimkan truk berlayar LED untuk berdemonstrasi bukanlah hal yang diciptakan oleh penggemar K-Pop.
Budaya ini sejatinya berakar kuat dari kultur demonstrasi politik dan serikat pekerja di Korea Selatan untuk menyuarakan aspirasi di ruang publik.
Di industri K-Pop sendiri, BLINK bukanlah yang pertama mengadopsi metode ini.
Sebelumnya, aksi protes fisik sering dilakukan melalui papan reklame stasiun kereta bawah tanah atau petisi online.
Beberapa fandom lain juga pernah tercatat menggunakan truk atau metode serupa.
Namun, ada perbedaan mendasar. Sebelum tahun 2019, aksi protes fandom sering kali memiliki konotasi negatif, misalnya, menuntut seorang anggota dikeluarkan dari grup karena skandal.









