Industri Florikultura Korea Gugat MBC Usai Gunakan Buket LEGO di MBC Entertainment Awards 2025
Industri florikultura Korea Selatan tengah menjadi sorotan setelah mengajukan keberatan keras terhadap stasiun televisi MBC. Gugatan tersebut dipicu oleh penggunaan buket bunga dari LEGO sebagai simbol penghargaan dalam ajang MBC Entertainment Awards 2025.
Sorotan publik turut mengarah kepada komedian dan MC papan atas Korea Selatan, Yoo Jae Suk, yang menjadi salah satu pemenang utama pada malam penghargaan tersebut.
Pada 29 Desember 2025, MBC menggelar acara penghargaan tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada program dan entertainer terbaik mereka. Dalam ajang bergengsi itu, Yoo Jae Suk berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Entertainer of the Year serta Daesang mewakili program How Do You Play?.
Namun, bukan hanya prestasi yang mencuri perhatian publik. Penampilan Yoo Jae Suk saat menerima penghargaan menjadi perbincangan lantaran simbol apresiasi yang ia pegang bukanlah buket bunga segar seperti tradisi sebelumnya, melainkan buket bunga yang terbuat dari LEGO.
LEGO sendiri dikenal sebagai mainan konstruksi berbentuk balok yang digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, serta identik dengan kreativitas dan inovasi. Penggunaan buket LEGO ini menandai pertama kalinya sebuah stasiun televisi besar di Korea Selatan menggantikan bunga asli dengan bunga mainan dalam acara penghargaan resmi.
Keputusan tersebut memicu perdebatan luas di tengah masyarakat. Selain isu simbolisme dan keberlanjutan, muncul pula kekhawatiran terkait dampak ekonomi terhadap industri bunga lokal.
Industri toko bunga Korea Selatan secara tegas menyuarakan penolakan mereka. Menurut para pelaku usaha, penggunaan buket bunga mainan berpotensi memperlemah sektor ekonomi florikultura yang saat ini sudah terdampak perlambatan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat.
Pada 10 Januari 2026, Asosiasi Floris Korea mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Dalam pernyataannya, asosiasi tersebut menyebutkan, “Penggunaan buket bunga mainan telah menambah luka bagi para petani bunga dan floris yang telah lama menderita akibat perlambatan ekonomi dan penurunan pengeluaran konsumen.”
Lebih lanjut, asosiasi tersebut mengkhawatirkan terbentuknya persepsi publik bahwa buket bunga asli dianggap tidak efisien atau memiliki banyak kekurangan. Padahal, terdapat sekitar 20.000 pemilik toko bunga kecil dan petani bunga di Korea Selatan yang menggantungkan mata pencaharian utama mereka pada industri bunga segar.
Asosiasi Floris Korea juga mendesak pemerintah untuk berperan aktif dalam mendorong konsumsi bunga serta memperkuat budaya penggunaan bunga dalam kehidupan sehari-hari melalui kebijakan yang mendukung pengembangan industri florikultura nasional.
Mereka menilai bahwa insiden penggunaan buket LEGO dalam acara penghargaan besar seperti ini berpotensi merusak upaya kebijakan tersebut dan memberikan dampak jangka panjang bagi keberlangsungan industri bunga di Korea Selatan.









