Title track grup idol pertama agensi More Vision, LNGSHOT, berawal dari lagu solo salah satu member. Grup idol pertama di bawah naungan Jay Park tampil perdana dalam acara variety web Yongtaro episode ke-50.
LNGSHOT resmi debut pada 13 Januari dengan mini album (EP) bertajuk "Shot Callers" yang berisi lima lagu, dengan "Moonwalkin'" sebagai lagu utama.
Title track yang terinspirasi dari gerakan ikonik legenda Michael Jackson ini ternyata awalnya merupakan lagu solo untuk salah satu member, yakni Woojin.
Woojin mengungkap bahwa lagu tersebut diciptakan oleh perusahaan untuknya dan ditampilkan pada showcase trainee yang rutin digelar setiap enam bulan sekali.
Mendengar hasil lagu dinilai sangat baik, Jay Park tanpa berpikir panjang memutuskan untuk menjadikan lagu "Moonwalkin'" sebagai lagu debut LNGSHOT.
Keputusan pemilihan lagu utama ini pun disebut telah melalui pertimbangan matang sebagai bagian dari perencanaan proyek debut LNGSHOT.
Terungkap pula bahwa "Moonwalkin'" sudah direkam sejak masa trainee, tepat satu tahun sebelum tanggal debut resmi mereka.
Meskipun awalnya direncanakan sebagai lagu solo, Woojin mengaku tidak keberatan lagu tersebut dibawakan secara grup.Lagu ini sangat cepat, bukan hanya menyanyi atau rap saja. Aku tidak mungkin bisa membawakannya sendiri selama tiga menit," jelas Woojin. Tidak hanya sang CEO, para member lainnya juga mengakui keunikan lagu debut LNGSHOT yang terasa berbeda dari gaya music mereka sebelumnya."Melodinya sangat unik, butuh didengarkan berkali-kali dan saya langsung tertarik," ujar Ryul. Keunikan lagu "Moonwalkin'" pun mendapat respons positif dari penggemar dengan mencatatkan jumlah streaming harian tertinggi di Spotify, yaitu mencapai 1.163.049 stream dalam satu hari.
Sebuah cerita menarik mengiringi debut salah satu grup rookie yang belakangan mulai mencuri perhatian penggemar K-pop. Tak banyak yang menyangka, title track debut yang kini menjadi identitas grup tersebut ternyata berawal dari sebuah lagu solo milik trainee.
Menurut penuturan agensi, lagu tersebut awalnya diciptakan sebagai proyek evaluasi individu untuk salah satu member saat masih menjalani masa trainee. Lagu itu digunakan untuk menilai warna vokal, ekspresi, serta kemampuan membawakan konsep secara mandiri. Namun, seiring waktu, pihak produser melihat potensi yang lebih besar dari komposisi tersebut.
“Melodinya kuat dan emosinya terasa jujur. Kami merasa lagu ini bisa berkembang lebih besar jika dibawakan sebagai grup,” ungkap salah satu staf produksi.
Lagu tersebut kemudian mengalami sejumlah perubahan, mulai dari aransemen hingga pembagian part yang disesuaikan dengan karakter masing-masing member. Nuansa solo yang awalnya kental perlahan bertransformasi menjadi karya yang merepresentasikan kebersamaan dan identitas grup secara utuh.
Para member sendiri mengaku terkejut ketika mengetahui lagu itu dipilih sebagai title track debut mereka. Bagi member yang awalnya membawakan lagu tersebut secara solo, momen ini terasa emosional karena menjadi simbol perjalanan panjangnya dari trainee hingga akhirnya debut bersama rekan satu tim.
Title track ini kini menjadi pintu pembuka perjalanan grup rookie tersebut di industri musik. Dengan cerita di balik layar yang tak terduga, lagu debut mereka bukan hanya menandai awal karier, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses panjang di masa trainee dapat berbuah manis.









